Panduan Keselamatan Musim Hujan

2026-07-24 09:00:00 게재
구글 검색 선호 출처로 추가

Musim Hujan Dimulai: Panduan Keselamatan yang Wajib Diketahui Orang Asing di Korea

Ringkasan cara menghadapi hujan lebat, banjir, dan keterlambatan transportasi

Bulan Juli di Korea Selatan menandai dimulainya musim hujan atau Jangma (장마). Musim ini biasanya berlangsung dari akhir Juni hingga akhir Juli, dengan curah hujan tinggi yang sering turun dalam waktu singkat. Dalam beberapa tahun terakhir, akibat perubahan iklim, hujan ekstrem dengan intensitas lebih dari 50 mm per jam semakin sering terjadi. Karena itu, warga asing dan mahasiswa internasional perlu memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan selama musim hujan.

Bagi orang asing yang belum lama tinggal di Korea, sistem peringatan bencana, informasi cuaca, hingga pengaturan transportasi saat hujan lebat mungkin masih terasa asing. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan bahkan risiko yang tidak terduga. Para ahli menekankan bahwa persiapan kecil sehari-hari dapat menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan selama musim hujan.

1. Apa itu Jangma?

Jangma adalah fenomena cuaca khas musim panas di Korea yang terjadi akibat pertemuan massa udara bertekanan tinggi dari Pasifik Utara dan massa udara dari Laut Okhotsk. Pertemuan ini membentuk front hujan yang menyebabkan turunnya hujan secara terus-menerus dalam periode tertentu.

Selama musim hujan, hujan dapat turun selama beberapa hari berturut-turut atau muncul secara tiba-tiba dalam bentuk hujan deras. Hampir seluruh wilayah Korea, termasuk Seoul dan daerah metropolitan lainnya, terdampak oleh fenomena ini. Risiko seperti banjir, tanah longsor, dan kemacetan lalu lintas pun meningkat. Oleh karena itu, membiasakan diri memeriksa prakiraan cuaca sebelum keluar rumah sangatlah penting.

2. Periksa Peringatan Cuaca dan Pesan Darurat

Saat hujan lebat diperkirakan akan terjadi, Badan Meteorologi Korea (KMA) akan mengeluarkan peringatan cuaca.

- Peringatan Hujan Lebat (Heavy Rain Advisory): curah hujan diperkirakan mencapai lebih dari 60 mm dalam 3 jam atau lebih dari 110 mm dalam 12 jam.

- Peringatan Hujan Sangat Lebat (Heavy Rain Warning): curah hujan diperkirakan mencapai lebih dari 90 mm dalam 3 jam atau lebih dari 180 mm dalam 12 jam.

Selain itu, pemerintah juga mengirimkan pesan peringatan darurat ke telepon seluler. Sebagian besar masih menggunakan bahasa Korea, tetapi beberapa daerah kini mulai menyediakan layanan dalam bahasa Inggris.

Informasi cuaca dapat diperiksa melalui:

- Situs web Badan Meteorologi Korea (KMA)

- Aplikasi Weather Nuri (날씨누리)

- Naver Weather

- Informasi cuaca real-time di KakaoMap dan Naver Map

Memeriksa prakiraan cuaca sebelum bepergian dapat membantu menghindari hujan deras yang datang secara tiba-tiba.

3. Payung Saja Tidak Cukup

Banyak orang mengira payung sudah cukup untuk menghadapi musim hujan. Padahal, sepatu tahan air dan tas tahan air sering kali jauh lebih penting.

Saat hujan deras, trotoar dan zebra cross sering tergenang air sehingga sepatu olahraga biasa mudah basah. Menggunakan sepatu yang basah dalam waktu lama juga dapat menyebabkan masalah kesehatan pada kaki. Karena itu, sepatu tahan air atau sandal khusus hujan lebih disarankan.

Bagi mahasiswa yang sering membawa laptop atau tablet, penggunaan pelindung tas tahan air (waterproof backpack cover) atau pouch tahan air sangat dianjurkan. Tidak sedikit kasus perangkat elektronik rusak akibat hujan yang datang secara mendadak.

4. Hindari Area Rawan Banjir

Saat hujan deras, sebaiknya menghindari jalan bawah tanah (underpass), area sekitar sungai, serta kawasan rumah semi-basement (banjiha).

Di daerah yang rawan genangan, air dapat naik dengan sangat cepat hingga menyebabkan jalan tidak bisa dilalui dalam hitungan menit. Bahkan, ada risiko kendaraan dan pejalan kaki terjebak.

Taman Sungai Han dan jalur pejalan kaki di sekitar sungai juga sering ditutup sementara akibat naiknya permukaan air. Karena itu, penting untuk selalu memperhatikan papan informasi dan petunjuk keselamatan.

Sebagai aturan umum, jangan mencoba menyeberangi jalan yang airnya sudah mencapai lutut atau lebih tinggi. Tutup saluran air yang terbuka atau kondisi jalan yang tidak terlihat jelas dapat membahayakan keselamatan.

5. Cara Menghadapi Keterlambatan Transportasi

Musim hujan sering menyebabkan gangguan transportasi.

Bus dapat mengalami keterlambatan karena kemacetan atau penutupan jalan. Beberapa jalur kereta bawah tanah juga bisa mengalami penundaan karena pemeriksaan keselamatan.

Jika memiliki ujian, wawancara kerja, atau kelas penting, disarankan berangkat 20–30 menit lebih awal dari biasanya.

Kondisi transportasi secara real-time dapat diperiksa melalui:

- KakaoMap

- Naver Map

- Aplikasi Seoul Metro

- KorailTalk (untuk pengguna KTX)

Mahasiswa internasional juga disarankan memeriksa pengumuman kampus secara berkala karena beberapa kelas dapat dialihkan menjadi kelas daring ketika cuaca ekstrem terjadi.

6. Jika Terjadi Keadaan Darurat

Risiko kecelakaan meningkat selama musim hujan. Oleh karena itu, penting untuk mengingat nomor darurat berikut:

- 119 : Pemadam kebakaran, penyelamatan, dan ambulans

- 112 : Kepolisian

- 1339 : Konsultasi medis dan layanan kesehatan darurat

- 1345 : Pusat Informasi Terpadu untuk Orang Asing

Meskipun kemampuan bahasa Korea terbatas, bantuan dapat diminta menggunakan bahasa Inggris sederhana. Beberapa instansi juga menyediakan layanan penerjemahan.

7. Jangan Lupakan Kesehatan

Kelembapan tinggi selama musim hujan memudahkan pertumbuhan jamur dan bakteri.

Ventilasi ruangan perlu dilakukan secara berkala, dan pakaian yang basah sebaiknya segera dicuci. Tingkat kelembapan yang tinggi juga membuat suhu terasa lebih panas sehingga tubuh lebih mudah lelah. Oleh karena itu, menjaga asupan cairan sangat penting.

Saat menggunakan AC, hindari perbedaan suhu yang terlalu besar antara dalam dan luar ruangan. Menggunakan mode dehumidifier (dry mode) dapat membantu menjaga kenyamanan ruangan.

8. Persiapan Kecil untuk Musim Hujan yang Aman

Musim hujan merupakan bagian alami dari musim panas di Korea. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, hujan deras yang sulit diprediksi semakin sering terjadi.

Bagi warga asing dan mahasiswa internasional yang belum terbiasa dengan kehidupan di Korea, memahami informasi cuaca, menghindari area rawan banjir, dan mengetahui nomor darurat merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan.

Para ahli menegaskan bahwa kunci menghadapi musim hujan bukanlah rasa khawatir yang berlebihan, melainkan persiapan yang matang. Dengan memeriksa cuaca dan mengikuti aturan keselamatan dasar, sebagian besar risiko dapat dicegah. Untuk menikmati musim panas Korea dengan aman, semuanya dimulai dari persiapan kecil sehari-hari.

Lihat lebih banyak artikel >