Cara Tetap Hangat di Musim Dingin Korea
Apakah Kamu khawatir dengan biaya pemanas selama winter?
Bagi foreigners yang tinggal di Korea, biaya pemanas di musim dingin merupakan kekhawatiran yang selalu berulang setiap tahun. Terutama bagi mereka yang menghadapi musim dingin pertama di Korea, bahkan sebelum udara benar-benar menjadi sangat dingin, kekhawatiran seperti “mengapa tagihan gas bisa semahal ini?” sudah lebih dulu muncul. Di komunitas foreigners, pertanyaan seputar biaya pemanas di musim dingin memang hampir selalu muncul setiap tahun.
Namun, penyebab tingginya biaya pemanas sering kali bukan semata-mata karena terlalu banyak menyalakan pemanas, melainkan karena kurangnya pemahaman tentang cara penggunaan boiler. Banyak kasus di mana tagihan tetap tinggi meskipun boiler tidak dinyalakan sepanjang hari, dan perbedaan biaya tersebut sebenarnya sudah ditentukan sejak pemilihan mode pengaturan. Berdasarkan sistem pemanas yang umum digunakan di rumah tangga Korea, berikut adalah beberapa tips penghematan yang wajib diketahui oleh foreigners.
Pertama, fitur yang paling sering disalahpahami adalah mode reservasi seperti “reservasi 3 jam”. Banyak foreigners mengira ini berarti “boiler akan menyala setelah 3 jam”, padahal fungsi sebenarnya sama sekali berbeda. Mode reservasi bekerja dengan cara menyalakan boiler dalam waktu singkat pada interval waktu yang telah ditentukan untuk menjaga suhu lantai tetap hangat. Sebagai contoh, jika diatur pada “3 jam”, boiler akan menyala secara berkala setiap 3 jam agar air pemanas di lantai tidak sepenuhnya dingin. Dibandingkan memanaskan lantai kembali setelah benar-benar dingin, metode ini membutuhkan energi yang jauh lebih sedikit sehingga memberikan efek penghematan biaya pemanas yang besar. Meskipun hanya menyala beberapa kali dalam sehari, suhu ruangan tetap terjaga dan beban biaya sering kali berkurang secara signifikan.
Mode “keluar rumah (외출 모드)” juga perlu digunakan dengan hati-hati. Tidak sedikit foreigners yang terbiasa langsung menekan mode keluar setiap kali meninggalkan rumah, namun untuk keluar dalam waktu singkat selama beberapa jam, cara ini justru bisa menjadi tidak efisien. Dalam kondisi seperti ini, mempertahankan mode reservasi biasanya lebih baik. Jika rumah ditinggalkan selama sekitar 2–3 hari, pengaturan yang tepat adalah menurunkan suhu pemanas sekitar 2–3 derajat dari biasanya. Mode keluar rumah sebaiknya hanya digunakan ketika meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama, yaitu sekitar satu minggu atau lebih.
Pengaturan suhu air panas juga merupakan faktor yang memengaruhi biaya pemanas. Banyak foreigners mengatur suhu air panas ke tingkat “tinggi” dengan harapan air panas keluar lebih deras atau lebih cepat, namun untuk mandi atau mencuci piring sehari-hari, suhu sekitar 42 derajat Celsius sebenarnya sudah cukup. Pengaturan suhu yang terlalu tinggi hanya akan meningkatkan konsumsi gas secara tidak perlu dan dalam hitungan satu bulan dapat menyebabkan selisih tagihan hingga puluhan ribu won.
Jika langkah-langkah ini dipadukan dengan upaya isolasi jendela, efek penghematannya akan terasa semakin besar. Metode sederhana seperti memasang penahan angin di celah pintu, menggunakan film isolasi jendela, atau menggantung tirai tebal dapat meningkatkan suhu ruangan yang terasa hingga 2–3 derajat. Hal ini secara langsung mengurangi frekuensi penggunaan boiler dan membantu menekan biaya pemanas.
Menghemat biaya pemanas tidak berarti harus menjalani musim dingin dengan kedinginan. Kuncinya bukan pada seberapa lama boiler dinyalakan, melainkan pada bagaimana cara menggunakannya. Bagi foreigners yang menjalani musim dingin di Korea, hanya dengan memahami pengaturan dasar boiler dengan benar, apa yang sering disebut sebagai “bom tagihan gas” sebenarnya bisa dihindari. Jika biaya pemanas musim dingin ini terasa mengkhawatirkan, sekaranglah saatnya untuk kembali memeriksa tombol pengaturan boiler di rumah.